Selasa, 10 Mei 2011

faal, skelet,/rangka,otot, syaraf. penjaskes

MAKALAH
SISTEM SKELET, MUSCULAR DAN NERVEROUM



DISUSUN
O
L
E
H


YONATAN
Nim : F38108042
Semester : VI
Kelas : B




UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENJASKESREK
2011/ 2012


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah melimpahkan segala rahmat dan anugrahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Skelet, Muscular Dan Neorologi” ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai tugas terstruktur dalam mata kuliah ILMU FAAL II.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini tidaklah luput dari kekurangan, kelemahan dan kesalahan. Oleh karena itu kami penulis, mengharapkan kritik dan saran membangun. Penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya dan juga bermanfaat bagi penulis.







Pontianak, Maret 2011


Penulis













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. LATAR BELAKANG 1
B. TUJUAN 1
C. RUMUSAN MASALAH 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. SISTEM SKELET (RANGKA) 2
I. PENGERTIAN SISTEM SKELET 2
a. SKELETON AKSIAL 2
b. SKELETON APENDIKULAR 5
II. FUNGSI SKELET 7
III. SENDI 8
B. SISTEM MUSCULAR (OTOT) 11
I. PENGERTIAN SISTEM MUSCULAR 11
II. JENIS OTOT 11
III. FUNGSI SISTEM MUSCULAR 12
C. SISTEM SYARAF (NERVEROUM) 13
I. ISTILAH PENTING 13
II. ORGANEL PENYUSUN SEL NEURON 13
III. PEMBAGIAN SEL NEURON 13
IV. SINAPSIS 14
V. MUATAN LISTRIK DALAM NEURON 14
VI. GERAKAN BERDASARKAN TANGGAPAN IMPULS 14
VII. SSP (SISTEM SYARAF PUSAT) 18
VIII. SST (SISTEM SYARAF TEPI) 20
D. HUBUNGAN SISTEM RANGKA, OTOT DAN SYARAF 23
BAB III PENUTUP 24
a) KESIMPULAN 24
b) SARAN 24
DAFTAR PUSTAKA 25

BAB I PENDAHULUAN

a) Latar belakang
Setiap manusia diciptakan secara kompleks, memilki sistem kerja tubuh yang unik, terdiri dari organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi masing-masing dan saling berhubungan. Sebagai manusia yang diciptakan secara kompleks. Walaupun kita sudah tahu sebagian kecil bentuk dan fungsi organ-organ tersebut namun sering kali kita tidak mengetahui secara rinci semuanya. Mugkin kita masih belum begitu jelas dan mengerti tentang sistem kerja tubuh manusia, sehingga sering terjadi kuhusnya dalam pendidikan jasmani di sekolah kesalahan-kesalahan yang dilakukan karena kurang memahami tentang peran dan fungsi tubuh manusia, karena ketidak tahuan ini juga sering terjadi dalam proses pembelajaran ada program pengajaran yang berolak belakang dengan konsep dasar ilmu fisiolagi. untuk itulah maka dalam makalah ini penulis ingin membahas tentang sistem kerja tubuh manusia, khususnya pada sistem skelet (kerangka), sistem otot (musculus) dan sistem syaraf (nerveoum).

b) Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui dan membahas tentang sistem rangka, sisitem otot dan sistem syaraf.

c) Rumusan masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem skelet (rangka) ?
2. Apa fungsi dari sistem skelet?
3. Bagaimana hubungan sistem skelet dengan sendi atau persendian?
4. Apakah yang dimaksud dengan sistem otot?
5. Apa fungsi dari sistem otot?
6. Apakah yang dimaksud dengan sistem syaraf?
7. Apa fungsi dari sistem syaraf?
8. Bagaimana hubungan dari sistem rangka,otot dan syaraf?





BAB II PEMBAHASAN
A. SISTEM SKELET (RANGKA)
1. PENGERTIAN SISTEM SKELET

Sistem skelet/rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.
Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu:
A. SKELETON AKSIAL
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan.
a) Macam-macam skeleton aksial yaitu:
1. Tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:
a. bagian parietal --> tulang dahi
b. bagian temporal --> tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga
c. bagian occipitas --> daerah belakang dari tengkorak
d. bagian spenoid --> berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji
e. bagian ethmoid --> tulang yang menyususn rongga hidung

Tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun bagian wajah. tulang tengkorak bagian kepala merupakan bingkai pelindung dari otak. Sendi yang terdapat diantara tulang-tulang tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutura.
Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:
a. rahang bawah --> menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas
b. Rahang bawah --> menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit
c. palatinum (tulang langit-langit) --> menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut
d. zigomatik --> tulang pipi
e. tulang hidung
f. Tulang lakrimal --> sekat tulang hidung.
2. Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan
Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:
a. tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua
b. Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
c. Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan.
3. Tulang rusuk
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
a. Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan
b. Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
c. Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a). melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan.
b). melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan
c). membantu pernapasan.
4. Ruas-ruas tulang belakang
Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:
a. tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan.
b. Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk.
c. Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot.
d. Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.
e. bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu.
Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ.
B. SKELETON APENDIKULAR
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial. Skeleton axial terdiri dari :
1. Tulang anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:
1. Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna
2. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
3. Karpal / pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen
4. Metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)
5. Palanges (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.
2. Tulang anggota gerak bawah (ekstremitas inferior)
Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:
1. Femur / tulang paha. Termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut.
2. Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot
3. Patela / tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut
4. Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit.
5. Metatarsal / Tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang tersesun mendatar.
6. Palanges / tulang jari-jari tangan. Setiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 14 tulang.
3. Tulang gelang bahu (klavikula dan scapula / belikat dan selangka)
Tulang selangka berbentuk seperti huruf "S", berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.
Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi.
4. Gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggung. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis (bagian tengah). Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian
depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis. Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin.



II. FUNGSI SKELET
Secara umum fungsi sistem rangka adalah membentuk kerangka yang kaku dengan jaringan-jaringan dan organ-organ yang melekat padanya. Sistem rangka melindungi organ-organ vital seperti otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak, paru-paru dan jantung dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. Gerakan tubuh terbentuk dari kerjasama antara sistem rangka dengan otot, oleh sebab itu keduanya sering dikelompokkan menjadi satu nama yaitu sistem musculo-skeletal. rangka merupakan tempat melekatnya otot melalui perantaraan tendon. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lain dikaitkan dengan perantaraan ligamen.

III. SENDI
A. PENGERTIAN SENDI
Tempat pertemuan 2 tulang adalah persendian, yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian, Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan. Diimana dengan sendi dapat memungkinkan kita untuk menggerakan alat gerak tubuh sesuai porosnya masing-masing.
B. JENIS-JENIS PERSENDIAN
Ada 3 jenis persendian yang dibedakan berdasarkan jangkauan gerakan yang dimiliki:

1. Persendian Fibrosa, yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan, dimana letak tulang-tulangnya sangat berdekatan dan hanya dipisahkan oleh selapis jaringan ikat fibrosa, contohnya sutura di antara tulang - tulang tengkorak.
2. Persendian Kartilagenosa, yaitu persendian yang gerakannya terbatas, dimana tulang-tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan hialin, contohnya tulang iga.
3. Persendian Sinovial, yaitu persendian yang gerakannya bebas, merupakan bagian terbesar dari persendian pada tubuh orang dewasa, contohnya sendi bahu dan panggul, sikut dan lutut, sendi ada tulang-tulang jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki.
C. KOMPONEN PENUNJANG SENDI:
a. Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
b. Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
c. Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.
D. MACAM-MACAM SENDI
Pada prinsipnya semua hubungan tulang pada tubuh manusia (kerangka badan) dapat dibedakan menjadi:
1. SYNARTHROSIS/SENDI FIBROUS
Synarthrosis adalah:
a. Hubungan atau persambungan tulang yang tidak memiliki ruang sendi.
b. Sendi yang terjadi oleh adanya kesinambungan sehingga di antara kedua ujung tulang yang bersendi terdapat suatu jaringan.
c. Sendi nyang berwujud tulang-tulang yang bersambungan satu sama lain secara terusan/kotinyu dengan perantara sepotong jaringan penunjang.
Ciri-ciri dari Synarthrosis adalah sebagai berikut:
a. Tidak memiliki ruang sendi (cavum articulare), sehingga juga tidak memiliki capsula, membrane dan synovial.
b. Kedua tulang dihubungkan oleh substansi antara yang dapat berupa jaringan fibrous, cartilago atau tulang.
Jaringan penunjang yang menghubungkan persendian itu ada 3, yaitu:
a. Syndesmosis
Syndesmosis adalah pertautan tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa.
b. Synchondrosis
Synchondrosis adalah pertautan tulang yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan.
Subtansi penghubung dari Synchondrosis dapat berypa kartilagi hyaline. Pada umumnya synchondrosis dengan kartilago hyalin adalah persendian sementara yang kemudian hari akan digantikan oleh tulang. Maka hubungan ini synchondrosis ,menjadi synostosis.
c. Synostosis
Synostosis adalah pertautan tulang yang dihubungkan oleh jaringan tulang. Bisa dikatakan pertautan antara dua buah tulang yang asal mulanya dibangun sebagai dua tulang yang terpisah. Akibat pertumbuhan masing-masing tulang maka berangsu-angsur mereka makin dekat mendekati hingga akhirnya melengket satu sama lain.
d. Sutura
Sutura adalah semacam jahitan dengan jaringan ikat diantara dua tulang yang pipih atau ceper. Sutura tampak jelas diatara pertautan tulang-tulang yang ada pada tengkorak atau Cranium atau kepala.
2. DIARTHROSIS
Diarthrosis adalah:
Persendian yang bergerak bebas dan terdapat banyak ragamnya dan semua memiliki cirri-ciri yang sama. Persendian dimana hubungan tulangnya disini mempunyai ruang sendi yang disebut Cavum Articulare.Sendi yang dibentuk oleh tulang yang bersambungan diikat dan diselubungi oleh sebuah bungkus dan jaringan ikat.
Diarthrosis pada umunya dapat dibedakan menjadi bagian-bagian sebagai berikut:
a. Ujung-ujung Sendi
Ujung tulang yang satu berbentuk bongkol/kepala sendi (caput articulare) sedangkan ujung tulang yang lainnya berbentuk cekung atau cawan atau mangkuk sendi (fossa articulare).
a. Simpai Sendi
Simpai sendi terdiri dari dua lapis yaitu stratum fibrosum luar dan stratum synovale sebelah dalam.
a. Rongga Sendi (cavum articulare)
Di dalam rongga sendi terdapat synovial atau urap sendi yaitu cairan sendi yang berfungsi untuk melicinkan persendian, terdiri dari cairan dengan garam-garam, mucin, albumin, tetes-tetes lemak, dan dektus cellulair.
Diarthrosis dapat dikelempokkan menjadi:
a. Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.
b. Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
c. Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
d. Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
e. Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.
3. AMPHIARTHROSIS (SENDI KEJUR)
Amphiarthrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan
a. Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
Contoh:persendian antara fibula dan tibia.
b. Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram.
Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.




B. SISTEM MUSCULAR (OTOT)
I. PENGERTIAN SISTEM MUSCULAR

Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
A. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
B. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
C. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
II. JENIS OTOT
a) otot lurik
Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter
Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan
Struktur anatomi dari otot rangka

b) Otot Polos
Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter
Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagian tengah.
Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
d) otot jantung
Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter
struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. Memiliki satu inti yang terletak di tengah
Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah
III. FUNGSI SISTEM MUSCULAR
• Sebagai alat gerak, untuk menggerakan tubuh manusia
• Menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh
• Melindungi organ tubuh dari benda tajam dan berbahaya













C. SISTEM SYARAF (NERVEROUM)
I. ISTILAH PENTING
a. IMPULS yaitu rangsangan atau pesan . Disampaikan melalui senyawa kimia dalam tubuh yaitu asetilkolin.
b. RESEPTOR yaitu struktur yang dapat menerima impuls.Dapat berupa sel, jaringan atau organ, alat gerak, otot.
c. EFEKTOR yaitu struktur yang dapat menanggapi impuls. Dapat berupaa sel, jaringan atau organ, alat gerak, otot.
d. Neruon atau sel saraf yaitu merupakan sel yang terpanjang yang dimilki oleh tubuh manusia dan bertugas untuk menerima dan menghantarkan impuls ke tempat yang dituju.
II. Organel penyusun sel Neuron
1. Dendrite merupakan penjuluran pnedek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel.
2. Badans sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nucleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrti dan menghantarkannya menuju axon dengan perantaraan sitoplasma.
3. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian/penghantaran impuls dalam sel.
4. Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel.benetuknya akan menyesuaikan bentuk sel. Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel.
5. Axon/neurit merupakan poenjukluran yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon.
6. Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima impuls dari axon.
7. Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berda paling luar dari axon. Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenrasi pada selubung mielin.
8. Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon.
9. Sel Schwann merupakan sel-sel yangterdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi.
10. Nodus Ranvier merupakan celah diantara axonyang tidak tertutup oleh selubung neurilema. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron.

III. Pembagian sel neuron
a. Berdasarkan fungsinya
1. Saraf sensorik/aferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat (SSP).
2. Saraf motorik/eferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari SSP ke efektor.
3. Saraf asosiasi/interneuron yaitu neuron yang menghubungkan saraf sensorik dengan sarf motorik di dalam SSP.

b. Berdasarkan strukturnya
1. Neuron unipolar yaitu neuron yang memiliki satu buah axon yang bercabang.
2. Neuron bipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan satu dendrite.
3. Neuron multipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan sejumlah dendrite.

IV. Sinapsis
a. Merupakan hubungan penyampaian impuls dari satu neuron ke neuron yang lain. biasanya terjadi dari ujung percabangan axon dengan ujung dendrite neuron yang lain.
b. Celah antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut dengan celah sinapsis. Di dalam celah sinapsis inilah terjadi loncatan-loncatan listrik yang bermuatan ion,baik ion positif dan ion negatif. Di dalam celah sinapsis ini juga terjadi pergantian antara impuls yang satu dengan yang lain, sehingga diperlukan enzim kolinetarase untuk menetralkan asetilkolin pembawa impuls yang ada. Dalam celah sinapsis juga terdapat penyampaian impuls dengan bantuan zat kimia berupa asetilkolin yang berperan sebagai pengirim (transmitter).

V. Muatan listrik dalam neuron
a. Muatan listrik yang terjadi dalam satu axon akan memiliki muatan listrik yang berbeda antara lapisan luar dan lapisan dalam axon.
b. Polarisasi yaitu keadaan istirahat pada sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif dibagian luar dan muatan listrik negative di bagian dalam.
c. Depolarisasi yaitu keadaan bekerjanya sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif di bagian dalam dan muatan listrik negative di bagian luar.

VI. Gerakan berdasarkan tanggapan impuls
1. Gerak biasa merupakan gerakan yang disadari dan impuls akan diolah oleh SSP (otak dan medulla spinalis) terbeih dahulu sebelum terjadi gerakan.

Skema/bagan gerakan biasa
Impuls  reseptor  neuron sensorik  medulla spinalis  otak  Medulla spinalis  interneuron  neuron motorik  Efektor  gerakan

2. Gerak refleks merupakan gerakan yang tanpa disadari karena menanggapi impuls secara langsung. Sehingga sifat gerakan ini tidak diolah terlebih dahulu oleh otak. Jarak terpendek efektor dalam menanggapi impuls disebut dengan lengkung refleks.
Secara umum, refleks dapat diartikan sebagai respon yang terjadi secara otomatis, tanpa kesadaran. Refleks saraf selalu dimulai dengan adanya stimulus yang mengaktifkan reseptor sensoris. Kunci dari jaras refleks adalah negative feedback. Jalur yang terlibat dalam terjadinya refleks dikenal sebagai lengkung refleks. Tidak seperti gerak biasa yang memiliki banyak variasi respon, respon untuk gerak refleks dapat diprediksikan karena jalurnya selalu sama.


Skema/bagan gerak refleks
Impuls  reseptor  neuron sensorik  medulla spinalis  interneuron  Neuron motorik  efektor  gerakan.

3. Macam gerakan refleks tergantung dari tanggapan efektor terhadap impuls yang ada. Macam-macam refleks bisa diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Berdasarkan divisi efferent sistem saraf yang mengontrol respon
Refleks ini melibatkan somatic motor neuron dan otot skeletal yang dikenal sebagai refleks somatik. Refleks yang responnya dikontrol saraf otonom disebut refleks otonom.
2. Berdasarkan lokasi CNS di mana refleks diintegrasikan
Refleks spinal diintegrasikan di spinal kord. Refleks ini bisa dimodulasi oleh input yang lebih tinggi dari otak, namun bisa juga tanpa input tersebut. Refleks yang diintegrasikan di otak disebut refleks kranial.
3. Berdasarkan apakah refleks itu dipelajari atau didapat.
Refleks patella merupakan refleks yang didapat. Contoh refleks didapat adalah Pavlov’s dogs salivating saat mendengar sebuah bel. Refleks ini juga disebut conditioned reflex. Begitu juga saat seorang pianis memainkan jari-jarinya di atas piano yang merupakan refleks yang dipelajari.
4. Berdasarkan jumlah neuron di jaras refleks
Yang paling sederhana adalah monosynaptic reflex, yang merupakan refleks dengan sinapsis tunggal di antara dua neuron di jaras : satu afferen, satu efferen, yang bersinapsis di spinal kord. Sedangkan kebanyakan refleks terdiri dari tiga atau lebih neuron, disebut polysinaptic reflex. Jalur divergen memungkinkan stimulus tunggal mempengaruhi banyak target sedangkan konvergen mengintegrasikan input untuk memodulasi sebuah respon.


a. Refleks otonom
Refleks ini disebut juga refleks visceral karena sering melibatkan organ internal tubuh. Beberapa refleks visceral, seperti urinasi dan defekasi, merupakan refleks spinal yang bisa terjadi tanpa input dari otak. Meskipun begitu, refleks spinal juga sering dimodulasi oleh excitatory atau inhibitory signal dari otak yang dibawa oleh jaras descending dari pusat otak yang lebih tinggi. Misal, urinasi dapat diinisiasi secara sadar dengan kesadaran atau bisa juga dihambat oleh stress dan emosi, seperti dengan adanya orang lain (sindrom bashful bladder).
Refleks otonom lain diintegrasikan di otak , khususnya di hipotalamus, thalamus dan batang otak. Daerah ini berisi pusat koordinasi yang dibutuhkan untuk menjaga homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah, nafas, makan, keseimbangan air dan menjaga temperatur. Di sini juga ada pusat refleks seperti salivating, muntah, bersin, batuk, menelan, dan tersendak.
Salah satu tipe reflex otonom yang menarik adalah konversi stimulus emosional ke respon visceral. Sistem Limbic, yang merupakan tempat operasi primitif seperti sex, takut, marah, agresif dan lapar, disebut sebagai “visceral brain” karena pengaruhnya dalam refleks emosional. Contoh lain adalah folikel rambut yang tertarik saat seseorang merasa takut.
Refleks otonom merupakan polysinaptic dengan sedikitnya satu sinapsis di CNS di antara neuron sensorik dan preganglion saraf otonom serta sinaps tambahan di ganglion, antara neuron preganglionic dan postganglionic.
b. Refleks Otot Skeletal
Eksitasi somatic motor neuron selalu menyebabkan kontraksi di otot rangka. Tidak ada inhibitory neuron yang bersinapsis di otot skeletal untuk membuatnya rileks. Relaksasi merupakan akibat dari tidak adanya eksitatory input.
Refleks otot skeletal memiliki komponen sebagai berikut :
1. Reseptor sensorik
Dikenal sebagai proprioceptor yang terletak di otot skeletal, kapsul sendi, dan ligament. Reseptor ini memonitor posisi tungkai, pergerakan dan upaya yang kita gunakan saat mengangkat benda.
2. Neuron sensorik yang membawa sinyal dari proprioceptor ke CNS
3. CNS, yang menintegrasikan sinyal masuk menggunakan jalur eksitatori dan inhibitori interneuron. Pada refleks, informasi sensorik diintegrasikan dan dilakukan secara bawah sadar. Meskipun begitu, informasi sensorik mungkin diintegrasikan di cerebral korteks dan menjadi persepsi serta beberapa refleks bisa dimodulasi sebagai sebagai input sadar.
4. Motor neuron somatik yang membawa sinyal output. Motor neuron somatik yang mempersarafi kontraktil otot disebut alpha motor neuron.
5. Efektor, yang merupakan serat kontraktil otot skeletal, juga dikenal sebagai muscle fiber ekstrafusal. Potensial aksi di alpha motor neuron akan menyebabkan serat ekstrafusal berkontraksi.
Ada tiga buah propioceptor ditemukan di tubuh: muscle spindel, organ golgi tendon, dan reseptor sendi.

1. Muscle spindel merespon peregangan otot
Muscle spindel merupakan reseptor peregangan yang mengirim informasi ke spinal kord dan otak mengenai panjang otot dan perubahan panjang otot. Kecuali pada rahang, semua otot skeletal tubuh memiliki banyak muscle spindel.
Masing-masing musle spindel terdiri dari kapsul jaringan ikat yang membentuk sekelompok serat saraf kecil yang dikenal sebagai serat intrafusal. Serat ini dimodifikasi sehingga ujungnya kontraktil, tetapi bagian tengahnya kekurangan miofibril. Ujung kontraktil ini mendapatkan persarafan sendiri dari gamma motor neuron. Bagian tengah yang nonkontraktil dibungkus oleh ujung saraf sensoris langsung dengan alpha motor neuron yang mempersarafi otot di mana spindel berada.
Saat sebuah otot beristirahat, daerah central dari masing-masing musle spindel akan cukup tertarik untuk mengaktifkan serat sensoris. Hasilnya, neuron dari spindel aktif secara tonik, mengirimkan arus stabil potensial aksi ke CNS. Karena itu, meski dalam posisi istirahat, otot tetap memiliki ketegangan tertentu yang dikenal sebagai musle tone.
Muscle spindel dilabuhkan secara paralel ke serat otot ekstrafusal. Pergerakan yang menyebabkan pemanjangan otot juga meregangkan muscle spindel dan menyebabkan serat sensorisnya “fire” dengan cepat. Hal ini menyebabkan refleks kontraksi otot yang akan mencegah otot melakukan over stretching. Jaras reflex yang mana regangan otot menyebabkan respon kontraksi dikenal sebagai “stretch reflex”.
2. Golgi tendon berespon pada ketegangan otot
Reseptor ini ditemukan di persimpangan tendon dan serat otot. Organ golgi tendon, berespon secara primer ke tension otot yang berkembang selama kontraksi isometrik dan menyebabkan reflek relaksasi. Respon ini berlawanan dengan reflek kontraksi yang disebabkan muscle spindel.
Organ golgi tendon disusun oleh tiga ujung saraf bebas yang membelit serat kolagen di dalam kapsul jaringan ikat. Saat sebuah otot berkontraksi, tendonnya akan menjadi sebuah komponen elastis fase isometrik kontraksi. Kontraksi akan menarik serat didalam tendon golgi dengan kuat, menjepit ujung sensoris saraf afferen dan menyebabkan mereka “fire”.
Input afferent dari aktivasi organ golgi tendon mengeksitasi inhibitory interneurons di spinal kord. Interneuron menghambat alpha motor neuron yang mempersarafi otot, dan kontraksi otot akan turun. Dalam kebanyakan keadaan, reflek ini memperpelan kontraksi otot saat kekuatan otot meningkat. Dengan kata lain, organ golgi tendon akan mencegah kontraksi berlebihan yang mungkin melukai otot.
3. Stretch refleks dan Inhibisi resiprok mengontol pergerakan di sekeliling sendi
Pergerakan di sekeliling sendi paling flexible dikontrol oleh sekelompok otot sinergis dan antagonis yang terkoordinasi. Kumpulan pathway yang mengontrol suatu sendi dikenal sebagai unit myotatic.
Refleks paling sederhana pada unit myotatic adalah monosynaptic stretch reflex, yang hanya melibatkan dua neuron, neuron sensorik dari muscle spindle dan neuron somatic motor neuron ke otot. Reflek hentakan lutut adalah contoh monosynaptic stretch reflex.
Saat tendon pattelar di bawah tempurung lutut di ketuk dengan palu kecil, ketukan akan meregangkan otot quadriceps. Ini akan mengaktifkan muscle spindles dan mengirim potensial aksi melalui serat sensoris ke spinal kord. Neuron sensoris bersinaps secara langsung ke motor neuron yang mengontrol kontraksi otot quadriceps. Eksitasi dari motor neuron menyebabkan unit motorik di quadriceps berkontraksi dan kaki bagian bawah akan maju ke depan.
4. Refleks fleksi menarik tungkai dari stimulus nyeri
Refleks fleksi merupakan polysinaptic reflex pathway yang menyebabkan tangan atau kaki tertarik saat ada rangsang nyeri, misalnya terkena peniti atau kompor panas. Refleks ini terjadi dengan jalur divergen.
Saat kaki kontak dengan titik paku, nocireseptor di kaki mengirim sensor informasi ke spinal kord. Disini sinyal akan berdivergen mengaktifkan multiple eksitatori interneurons. Beberapa neuron ini akan mengeksitasi alpha motor neuron menyebabkan kontraksi otot fleksi tungkai yang terstimulus. Beberapa interneuron secara simultan mengaktivasi inhibitory interneurons yang menyebabkan relaksasi sekelompok otot antagonis. Karena inhibisi resiprok inilah, tungkai akan fleksi, menarik dari stimulus nyeri. Tipe refleks ini membutuhkan waktu lebih banyak dari pada stretch reflex karena lebih polysinaptic.
Saat lengkung refleks untuk menghindari stimulus nyeri diinisiasi di sebuah kaki, kaki yang berlawanan juga akan mempersiapkan diri sehingga orang tersebut tidak kehilangan keseimbangan.
Tidak semua aktivitas refleks melibatkan lengkung refleks yang jelas, meskipun begitu prinsip dasar refleks tetap ada. Ada jenis refleks yang dimediasi baik oleh neuron atau hormon maupun keduanya, ada pula yang tidak melibatkan keduanya.
VII. SSP (Sistem Saraf Pusat)
1. Otak
Diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan :
a. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.
b. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan.
c. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak secara langsung.



Otak dibagi menjadi beberapa bagian :
a. Cerebrum
1) Merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari otak.
2) Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang berfungsi mengatur kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri.
3) Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung badan sel saraf. Sedangkan bagian medulla berwarna putih yang bayak mengandung dendrite dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang berkaitasn dengan ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan.

4) Mempunyai 4 macam lobus yaitu :
1) Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba.
2) Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran
3) Lobus oksipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan.
4) Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, sikap.

b. Mesencephalon
a. Merupakan bagian otak yang terletak di depan cerebellum dan jembatan varol.
b. Berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran.

c. Diencephalaon
a. Merupakan bagia otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di depan mesencephalon.
b. Terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls yang sampai di otak dan medulla spinalis.
c. Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan suhu tubuh, selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasalapar, sexualitas, watak, emosi.

d. Cerebellum
a. Merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar. Berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh.
b. Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan kiri dan kanan.




2. Medula
a. Medulla oblongata
a. Disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak.
b. Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana dengan medulla spinalis, di depan cerebellum.
c. Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu.
d. Berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin,sendawa.

b. Medulla spinalis
a. Disebut denga sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher sampaia dengan tulang pinggang yang kedua.
b. Berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh.

VIII. SST (Susunan Saraf Tepi/Perifer)
Merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan system saraf pusat.

1. Sistem saraf sadar/somatik
Merupakan system saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak. Bedakan menjadi dua yaitu :
a. Sistem saraf pada otak
Merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf yaitu :

No Nama saraf Jenis saraf Menuju Fungsi
I OLFAKTORI Sensorik Pusat pembau Berkaitan dengan penciuman
II OPTIK Sensorik Retina mata Berkaitan dengan penglihatan
III OKULOMOTOR Motorik Otot bola mata dan otot kelopak mata Menggerakan bola mata (kiri dan kanan)
Untuk akomodasi dan kontraksi iris
IV TROKLEAR Motorik Oto bola mata Untuk memutar bola mata
V TRIGEMINUS
a. OFTALMIK

b. MAKSILAR


c. MASNDIBULAR Motorik
Kelopak mata atsa, bola mata, kelenjar lakrimal

Mukosa hidung, langit-langit rongga mulut, taring, gigi atas, pipi dan kelopak mata bawah.
Lidah bagian atas (bukan pengecap), gigi bawah dan rahang bawah. Membawa impuls yang berkaitan dengan sensai rasa, nyeri, raba dan suhu.

VI Abdusen Motorik Otot penggerak bolamata Pergerakan rektus lateral
VII Facial Motorik Lidah bagian oengecap anterior Mempengaruhi pergerakan otot-otot rahang, wajah, kepala serta ekskresi kelenjar ludah dan air mata.
VIII Vestibulo koklear Sensorik Koklea telinga, vestibula dan kanal semisirkularis Berkaitana dengan pendengaran dan keseimbangan.
IX Glosofaring Motorik Lidah pengecap, tonsil langit-langit mulut, kulit telinga Mempengaruhi pergerakan otot faring dan lidah.
X Vagus Motorik Faring, laring, trakea, bronkus, pulmo, lengkung aorta Mempengaruhi pergerakan menelan, stimulasi kelenjar lambung, usus, hati dan pankreas.
XI Asesori spinal Motorik Otot sternokleidomastoid dan otot trapezius Mengkoordinasi gerakan bahu dan leher.
XII Hipoglosus Motorik Otot lidah Berkaitan dengan kegiatan menelan dan berbicara.




b. Sistem saraf sumsum spinalis
Merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis.
31 pasang saraf medula spinalis yaitu :

Jumlah Medula spinalis daerah Menuju
8 pasang Servix Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang Punggung Organ-organ dalam
5 pasang Lumbal/pinggang Paha
5 pasang Sakral/kelangkang Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang koksigeal Sekitar tulang ekor

2.Sistem saraf Otonom
Merupakan sistem saraf yang cara kerjanya secara tidak sadar/diluar kehendak/tanpa perintah oleh otak.
Sistem saraf yang mensarafi seluruh otot polos, otot jantung, kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin.
Dibedakan menjadi 2 bagian yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang keduanya bekerja secara antagonis/berlawanan.

a. Sistem saraf simpatik
Merupakan 25 pasang simpul saraf (ganglion) yang terdapat di medulal spinalis.
Disebut juga dengan sistem saraf thorakolumbar karena saraf ini keluar dari vertebrae thorak ke-1 sampai ke-12 dan vertebrae kolumbar ke-1 sampai dengan ke-3.


a. fungsi sistem saraf simpatik yaitu :
1) Mempercepat denyut jantung
2) Memperlebar pembuluh darah
3) Menghambat pengeluaran air mata
4) Memperluas/memperlebar pupil
5) Menghambat sekresi air ludah
6) Memperbesar bronkus
7) Mengurangi aktivitas kerja usus
8) Menghambat pembentukan urine

b. Sistem saraf parasimpatik
Merupakan sistemsaraf yang keluar dari daerah otak.
Terdiri dari 4 saraf otak yaitu saraf nomor III (okulomotorik), nomor VII (Facial), nomor IX (glosofaring), nomor X (vagus).
Disebut juga dengan sistem saraf craniosakral karena saraf ini keluar dari daerah cranial dan juga dearah sakral.
1. fungsi sistem saraf parasimpatik yaitu :
a. Memperlambat denyut jantung
b. Mempersempit pembuluh darah
c. Memperlancar pengeluaran air mata
d. Memperkecil pupil
e. Memperlancar sekresi air ludah
f. Menyempitkan bronkus
g. Menambah aktivitas kerja usus
h. Merangsang pembentukan urine

D. HUBUNGAN SISTEM RANGKA, OTOT DAN SYARAF
Sesuai dengan fungsinya masing-masing setiap sistem bekerja dan berhubungan dengan yang lain. Contohnya adalah dimana seseorang mempunyai bentuk tubuh karena memiliki rangka/kerangka tubuh sehingga tbuh menjadi kuat dan tegap serta berbentuk, untuk menggerakan tubuh tersebut perlu adanya otot dan syaraf. Dimana awalnya ialah syaraf yang menerima informasi, merangsang, memerintahkan dan mengontrol tubuh melalui otot serta organ tubuh lainnya dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Artinya bahwa syaraf memerintahkan ke jaringan otot untuk dapat bergerak.




















BAB III PENUTUP
a) KESIMPULAN
Tubuh manusia ini memiliki sistem yang mengaturnya, dimana ada banyak sistem yang bekerja didalam tubuh yang dapat kita lihat secara kasat mata maupun tidak, dimana sistem ini salang terkait satu sama lain untuk memungkinkan manusia dapat beraktivitas seperti biasanya. Sistem kerja masing-masing sistem sesuai dengan fungsi dan organ masing-masing. Dalam pembahasan diatas hanyalah sebagian kecil saja tentang sistem rangka, otot dan syaraf. Masih banyak lagi kajian-kajian tentang sistem tubuh yang dapat dipelajari.
Namun dari pembahasan diatas dapat memberikan pemahaman kepada kita bahwa setiap organ dan bagian mempunyai fungsi dan peran masing-masing dan saling berhubungan satu sama lain, tidak terpisahkan menjadi satu kesatuan yang untuh untuk memungkinkan setiap orang dapt beraktivitas sesuai keinginannya masing-masing. Sehingga manusia dapat melakukan segala sesuatu dengan nyaman, karena jika salah satu sistem ada yang rusak, secara otomatis dapat mengganggu sistem yang lain, sehingga mempengaruhi kegiatan manusia.
b) SARAN
Syukuri dan hargailah tubuh ini, janganlah dirusak atau dihancurkan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, sebaiknya marilah menjaga dan merawat tubuh kita agar tetap sehat dan mempunyai umur yang panjang.
Kiranya makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Akhirnya penulis ucapkan terima kasih.
Salam olahraga!













DAFTAR PUSTAKA

http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/03/tentang-sendi.html

http://vharsa.wordpress.com/2009/12/25/sendi-dan-persendian/

http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-otot-manusia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otot

http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0059%20Bio%202-4c.htm

http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-rangka-manusia.html

http://blog.unnes.ac.id/tiarasulistyo/2010/11/24/sistem-rangka-manusia/

http://www.scribd.com/doc/22886872/BIOLOGI-RANGKA

http://www.scribd.com/doc/6578595/Sistem-Saraf

http://www.dokter-kita.com/neurosains/gerak-refleks/

http://www.dokter-kita.com/neurosains/gerak-refleks/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar